Janda Tanjung Redeb

Di Tanjung Redeb, Setidaknya 200 Orang Menjadi Janda Selama Tahun 2018

[ADS]
SLOT JOKER

Selama tahun 2018, Pengadilan Agama (PA) Tanjung Redeb telah mengabulkan 200 perkara perceraian yang mengakibatkan tingginya angka perceraian di daerah tersebut. Sebagaimana dilansir dari laman JawaPos.com, setidaknya terdapat 454 perkara perceraian yang masuk da telah diputus pada 2018 lalu.

Menurut Penitera Muda Hukum Pengadilan Agama Tanjung Redeb, Kaspul Asrar, tingginya kasus perceraian di Tanjung Redeb dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan perselingkuhan. Mayoritas pasangan yang bercerai berusia 31 hingga 50 tahun. Disusul usia 26-30 tahun, kemudian usia 21-25, dan paling sedikit pasang usia 17-20 tahun.

Dalam 2 bulan pada 2019, katanya, perkara perceraian dari segi usia didominasi perkawinan usia muda. Mereka yang bercerai rata-rata usia 18 tahun.

“Sekitar 70 persen janda muda, untuk kasus cerai periode Januari 2019. Sisanya janda tua. Meningkat tidaknya, bisa dilihat Desember nanti,” jelasnya seperti dikutip dari laman JawaPos.com, Selasa (12/2/2019) .

Selama 2019 Sudah Ada 118 Perkara Perceraian

Data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Berau, disebutkan pada 2018 jumlah kasus perceraian yang diterima mencapai 510 kasus yang terdiri dari cerai talak 133, dan cerai gugat 377 kasus. Lalu pada Januari 2019, sudah ada sebanyak 118 kasus yang diterima oleh PA, terdiri dari cerai talak 24 dan cerai gugat 94 kasus.

Dari informasi yang dihimpun, kasus perceraian yang masuk ke PA Tanjung Redeb dalam 2 tahun terakhir lebih banyak cerai gugat (permohonan istri) dibandingkan dengan cerai talak (permohonan suami).

Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Muharram. Sri Juniarsih mengaku turut prihatin atas meningkatnya angka perceraian di Berau dari tahun ke tahun, terutama dalam kurun waktu Januari 2019 yang jumlahnya meningkat signifikan.

[ADS]
jokergaming77

Dirinya akan mengupayakan untuk menekan angka tersebut melalui Kelompok kerja (Pokja) 1 dengan mengadakan pembinaan-pembinaan kepada keluarga-keluarga, khususnya keluarga muda. Sehingga bisa lebih matang dalam mengarungi bahtera rumah tangga. 

“Ke depan, kami juga akan membuat program sekolah Ibu yang dikhususkan untuk ibu-ibu, yang membina ibu-ibu. Agar mereka lebih memfokuskan diri dalam rumah tangga serta mengetahui fungsi dan tugasnya sebagai istri,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui kemarin. 

Sementara, Panitera PA Tanjung Redeb, Anwar Kubra juga menerangkan bahwa semakin tingginya jumlah perempuan yang berstatus janda di Berau, terlihat dari banyaknya cerai gugat yang hingga tahun ini sudah mencapai 94 perkara, dibanding cerai talak hanya 24 perkara. Dari jumlah kasus yang masuk ke PA, mayoritas pasangan enggan dimediasi.

“Angka janda bisa dilihat dari banyaknya angka kasus cerai gugat, belum lagi ditambah dari angka cerai talak. Januari tahun ini saja sudah ada 118 kasus cerai yang masuk ke Pengadilan Agama,” pungkasnya.

Facebook Comments
[ADS]
FAFASLOT

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *