Hingga Februari 2019, Sudah Ada Ratusan Janda Muda di KBB

Hingga Februari 2019 sudah ada ratusan wanita yang menyandang status Janda Muda di Kabupaten Bandung Barat. Terhitung dari November 2018 hingga menjelang akhir Februari 2019 setidaknya sudah terdapat 543 perkara perceraian baru yang masuk ke PA Ngamprah.

Tinggi angka perceraian di daerah ini diungkapkan oleh Humas PA Ngamprah Ahmad Hodri. Ia mengatakan sebanyak 809 perkara terdiri dari 266 perkara limpahan tahun lalu ditambah 543 perkara baru di tahun 2019.

“Dari sejumlah perkara itu, sampai hari ini (kemarin) ada 393 perkara yang diputuskan. Dari banyak perkara yang diajukan warga, sekitar 70-80 persen adalah perkara cerai gugat,” ujarnya di Kantor PA Ngamprah, Kamis 21 Februari 2019.

Ia juga memaparkan bahwa setiap hari sekitar 60 perkara masuk ke PA Ngamprah. Dari 60 perkara yang masuk sekitar 50 perkara disidangkan dan 20 perkara yang diputuskan.  Pemutusan perkara membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan, bergantung sikap koperatif dari warga yang mengajukan perkara tersebut.

Menurut Ahmad, kasus cerai gugat banyak diajukan warga selatan KBB, seperti Cililin, Sindangkerta, Cipongkor, Gununghalu, dan Rongga. Penyebabnya juga berdasarkan beberapa faktor terutama faktor ekonomi yang menjadi penyebab utama terjadinya perceraian.

Selain masalah ekonomi, faktor lainnya yang menjadi penyebab adalah perselisihan rumah tangga, hingga adanya pihak ketiga / perselingkuhan.

Janda Muda

“Namun sebenarnya, banyak kasus yang terjadi karena hal sepele akibat kesalahpahaman pasangan suami istri. Karena tidak dikomunikasikan dengan baik, mereka memilih bercerai,” ujarnya.

“Rata-rata, yang mengajukan cerai gugat pendidikannya SMP ke bawah, sedangkan pekerjaan suaminya kebanyakan buruh lepas,” ujarnya seraya menambahkan, usia pasutri yang bercerai sekitar 30-40 tahun dengan usia perkawinan 5-10 tahun.

Jumlah janda muda ini meningkat dibanding dua tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2016, janda muda di Kota Bandung terdiri dari 7.562 orang cerai hidup dan 2.379 orang cerai mati atau total 9.941 orang. Peningkatan cukup menonjol terjadi di 2017. Tercatat ada 8.053 orang janda muda cerai hidup dan 2.242 orang cerai mati.

Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dari tahun ini untuk semester pertama. Secara keseluruhan, saat ini penduduk perempuan di Kota Bandung mencapai 1.210.521 orang lebih sedikit dari penduduk laki-laki yang mencapai 1.230.196 orang.

Sumber: pikiran-rakyat.com / detik.com