Ngaku Masih Gadis dan Kuliah Kedokteran, Janda 3 Anak Berhasil Kuras Harta Pemilik Toko

I Gede Arya Sudarsana (35) seorang pria pemilik toko terpaksa melaporkan Komang Ayu Puspa Yeni (32) yang merupakan istrinya karena merasa ditipu oleh istrinya tersebut. Yeni yang mengaku masih perawan dan kuliah di Kedokteran tersebut juga menguras harta milil Gede Arya.

Kasus inipun terungkap setelah Gede Arya merasa jadi korban dan berakhir di meja sidang. Dalam sidang di PN Negara, Kamis (14/2/2019) lalu, Yani hanya tertunduk lesu dalam sidang lanjutan keterangan saksi korban dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gedion Ardana Reswari.

Dalam kesaksiannya, Gede Arya mengaku tertipu oleh paras cantik Yeni yang kemudian timbul rasa cinta lantaran sering bertemu. Perkenalan mereka terjadi November 2015 lalu di toko milik saksi. Pada saat pertemuan itu, Yeni mengaku masih perawan dan kuliah di salah satu universitas di Yogyakarta jurusan kedokteran.

“Setelah pertemuan kami menikah secara adat,” ucap Saksi, Kamis (14/2/2019).

Yeni mulai menguras uang Gede Arya sejak saat 2016 hingga 2018. Selama dua tahun itu, ia dikeruk uangnya hingga Rp 1,4 Miliar dengan alasan untuk uang kuliah. Sementara itu Gede Arya baru mulai menyadari telah tertipu pada Juli 2018.

“Sekitar Juli 2018 saya tahu bahwa sebenarnya terdakwa sudah memiliki suami di Ngawi dan punya tiga anak. Dia (terdakwa) juga tidak kuliah kedokteran. Saya lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Gilimanuk,” jelasnya.

Setelah sidanf di PN Negara, Yeni mengaku lebih baik di penjara dengan alasan sudah tidak memiliki siapa-siapa. Ia memang sudah memiliki suami seorang polisi di Ngawi, Jawa Timur dan memiliki tiga orang anak, itu sudah proses perceraian.

“Tidak tahu nanti mau kemana, mungkin lebih baik di penjara saja,” ucapnya, Kamis (14/2/2019).

Yeni mengakui kalau cara ia meminta uang yang salah. Karena sebenarnya ia menggunakan uang tersebut untuk kursus kecantikan dan juga biaya hidupnya bukan untuk biaya kuliahnya.

“Ya bagaimana lagi, saya pasrah. Cara saya meminta yang salah,” beber wanita itu.

Ia dijerat dengan pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 4 tahun.